Perbedaan Maag Akut dan Kronis
Lifestyle Sehat

Sering Disamakan, Ternyata Ini Perbedaan Maag Akut dan Kronis

Pola makan yang buruk sering kali dikait-kaitkan dengan penyakit maag, yaitu masalah kesehatan yang menyerang sistem pencernaan. Faktanya ada banyak orang yang kerap kali mengalami kondisi ini. Bahkan sudah menganggap maag sebagai penyakit biasa. Padahal sebenarnya jika dibiarkan begitu saja dalam jangka waktu panjang, besar kemungkinan akan memicu kondisi yang lebih serius. Sehingga ada baiknya bagi Anda untuk berhati-hati. Sakit maag ini sendiri sebenarnya dapat dikenali secara mudah dari gejala-gejalanya.

Penyakit maag menyebabkan rasa nyeri dan panas di bagian ulu hati, disertai dengan rasa mual dan muntah. Tak jarang juga diantara penderitanya yang mengalami penurunan berat badan. Apalagi jika penyakit ini sudah berlangsung cukup lama hingga tahap kronis. Patutnya Anda ketahui bahwa pada dasarnya penyakit maag ini terbagi atas beberapa jenis, diantaranya adalah maag kronis dan juga akut. Sering kali banyak diantara masyarakat yang menyamakan antara keduanya, padahal jelas-jelas keduanya berbeda.

Berikut ini diantaranya perbedaan antara gejala asam lambung kronis penyebab maag dan akut yang harus Anda ketahui, sehingga penanganannya juga cepat dan tepat, yaitu:

1. Rasa nyeri yang ditimbulkan, pada penderita maag akut nyeri yang dirasakan memang jauh lebih parah dibandingkan dengan penderita maag kronis. Rasanya lebih tidak nyaman namun hanya berlangsung sementara. Agak berbeda dengan maag kronis yang rasa nyerinya tidak intens. Karena rasa nyeri yang tidak begitu intens inilah maka banyak diantara masyarakat yang menyepelekannya. Bahkan cenderung mengabaikan hal tersebut, padahal sebenarnya dalam jangka waktu panjang akan sangat membahayakan.

2. Durasi, perbedaan yang lainnya dapat dilihat dari segi durasi penyakit tersebut. maag akut ini terjadi secara tiba-tiba, yaitu kurang dari waktu 6 bulan. Meskipun rasa nyerinya lebih intens, namun memang tidak lama bisa sembuh. Sedangkan bagi penderita maag kronis sendiri kondisi ini berlangsung cukup lama, yaitu lebih dari 6 bulan.

3. Faktor penyebab, ketahui juga bahwa faktor penyebab diantara keduanya ini berbeda-beda. Maag akut disebabkan oleh penggunaan obat golongan non steroid atau OAINS dan juga obat kortikosteroid. Agak berbeda dengan maag kronis. Karena penyakit yang satu ini dipicu oleh infeksi dari bakteri sampai dengan kebiasaan atau pola hidup yang buruk, konsumsi alkohol, stress hingga efek yang terjadi karena penyakit-penyakit berbahaya tertentu, misalnya adalah diabetes melitus sampai dengan gagal ginjal.

4. Hasil pemeriksaan atau hasil endoskopi, jika dilakukan pemeriksaan maka antara keduanya juga berbeda. Pasien yang menderita maag akut ini hasil pemeriksaan akan menunjukkan hiperemia atau kemerahan yang terjadi pada jaringan mukosa lambung, juga adanya beberapa luka kecil disana. Sementara itu pada penderita maag kronis akan terlihat pengecilan mukosa lambung, bahkan juga akan terlihat tanda-tanda keganasan layaknya sel-sel tumor atau kanker.

Mengenali gejalanya sedini mungkin adalah hal yang paling penting agar Anda bisa segera melakukan pengobatan. Karena jika terus menerus dibiarkan maka penyakit yang satu ini juga sangat membahayakan untuk Anda.

Perbedaan antara keduanya memang jarang sekali yang mengetahuinya, pasien menganggap kondisi maag mereka sama, sehingga alternatif pengobatan yang dipilih untuk mengatasinya juga sama. Padahal jelas-jelas diantara keduanya berbeda. Masalah kesehatan yang menyerang sistem pencernaan ini bukanlah sesuatu yang patut untuk diremehkan, resiko komplikasinya juga sangat tinggi, jika seandainya pengobatan yang dilakukan tersebut terlambat.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *